Tampilkan postingan dengan label seminar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seminar. Tampilkan semua postingan
07 Januari 2012
Seminar Gereja dan Politik, 13 Feb 2012
Senin, 13 Februari 2012 Tempat : Aula Hotel Grand Wisata, Jl. St. Hasanuddin 36-38 Makassar
Topik: (1) Perkembangan politik Indonesia dewasa ini dari perspektif demokrasi oleh Prof.Dr. Franz Magnis Suseno, (mahaguru STF Drijarkara): (2) Mengenal gerakan politik Islam di Indonesia, oleh Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, MA. [Mahaguru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ), Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)]. (3) Panggilan Gereja/Umat Kristen di bidang politik, oleh Matius Ho, MS. [Direktur Institut Leimena] dan Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe [Ketua Umum PGI]. [Selengkapnya klik www.oaseintim.org]
04 Juli 2010
Seminar Konflik Palestina

Oase Intim dan Pelayanan Reformed Makassar (PRM) bekerjasama dengan jemaat-jemaat di Makassar menyelenggarakan seminar sehari „memahami Konflik Israel-Palestina“ pada tgl 3 Juli 2010 di Makassar. Seminar yang dihadiri puluhan pemimpin jemaat ini bertujuan memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai konflik itu untuk dapat membangun kehidupan yang lebih damai di tengah-tengah bermacam konflik yang mengepung kehidupan umat manusia dewasa ini. Zakaria Ngelow secara ringkas menampilkan dalam sesion I panorama sejarah wilayah Palestina dan bangsa Israel /Yahudi sampai pembentukan negara Israel. Sejarah yang terentang dari milenium ke-2 sebelum masehi sampai tahun 1948 itu memperlihatkan bahwa (1) selama 2500 tahun orang Israel/Yahudi ditindas bangsa-bangsa silih berganti, di Israel, maupun di perserakan (diaspora). Kekejaman terhadap orang Yahudi selama berabad-abad itu memaksa mereka memperjuangkan suatu tanah air sendiri. Dengan bantuan Inggeris dan Liga Bangsa-bangsa, Palestina dikuasai dan dijadikan wilayah pemukiman Yahudi. (2) Masalah timbul karena ditentang oleh penduduk Palestina, yang sudah bermukim di Palestina selama ribuan tahun, dan yang juga mencita-citakan suatu negara Palestina merdeka. (3) Akhirnya PBB menetapkan pembentukan dua negara, masing-masing untuk orang Yahudi dan Palestina. Ternyata kemudian konflik Palestina berkepanjangan sampai kini.
Pada sesion ke-2 Hiltraut Link, dosen STT INTIM Makassar, yang ketika bekerja sebagai staf EMS, sempat beberapa kali mengunjungi Palestina dalam rangka kerjasama dengan gereja-gereja di sana. Ibu Link menggambarkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi warga Palestina, baik yang beragama Kristen maupun yang beragama Islam. Orang Kristen Palestina jumlahnya hanya 2,5% yang umumnya warga gereja Ortodoks atau gereja Katolik, sedangkan kelompok Protestan jumlahnya sedikit. Mereka sangat giat dalam pelayanan sosial: pendidikan, kesehatan, dan berbagai layanan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat di tengah-tengah konflik. Mengutip Dr. Mitri Raheb, pendeta Lutheran di Betlehem, Ibu Link menyampaikan 3 ancaman terhadap orangt Kristen Palestina: pertama, banyak yang mau meninggalkan Palestina karena kehidupan demikian berat di bawah penindasan pemerintah Israel. Dewasa ini banyak orang Kristen Palestina tinggal di luar negeri, misalnya di Amerika Selatan. Kedua, kebanyakan yang meninggalkan Palestina adalah para laki-laki muda, sehingga banyak perempuan muda Kristen yang tinggal dan menikah dengan non-Kristen. Ketiga, kehidupan komunitas Kristen terisolasi. Di bawah pendudukan Israel tidak ada kebebasan untuk berhubungan dengan komunitas lain. Zakaria Ngelow menambahkan 2 informasi, yakni mengenai kesulitan hidup di Palestina sebagaimana diungkapkan dalam dokumen Kairos Palestina DGD (http://www.kairospalestine.ps/sites/default/Documents/English.pdf), khususnya berbagai tindakan jahat pemerintah Israel, seperti menggusur rumah-rumah orang Palestina, membangun pemukiman Yahudi dan dinding tembok pemisah di wilayah Palestina, pembatasan kebebasan beragama, kamp-kamp pengungsi, dsb. Informasi kedua mengenai dukungan Zionisme Kristen (di Amerika Serikat), yakni sekelompok orang Kristen yang pro-Israel bertolak dari pemahaman-pemahaman keliru teks-teks mengenai Israel/Yahudi. [Suatu publikasi yang relevan mencerahkan mengenai hal ini adalah buku Gary M. Burge, Palestina Milik Siapa? Aslinya: Whose land? whose promise: what Christians are not being told about Israel and the Palestinians.]
Sesion terakhir mendengarkan informasi dari Hasibullah Satrawi, pengamat Timur Tengah dari Moderate Islam Society (MMS) di Jakarta. Bertolak dari kasus penghadangan Israel terhadap kapal Marvi Marmara Hasibullah memperlihatkan kaitan-kaitan politik regional dan internasional konflik Timur Tengah. Jelas bahwa konflik itu bersifat multidimensi: konflik internal Palestina maupun Israel; dan kepentingan masing-masing negara-negara Arab dan negara-negara Barat (khususnya AS). Konflik ini jelas bukan konflik agama, walaupun ada kelompok-kelompok yang membawa-bawa agama. Di Indonesia ada yang mengislamkan konflik Timur Tengah, yang merembes ke hubungan antar agama. Hasibullah menyarahkan supaya umat Kristen membuktikan bahwa konflik itu bukan konflik agama dengan mengedepankan solidaritas kemanusiaan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Hasibullah juga mengeritik media yang menurutnya tidak melakukan pencerahan, hanya memberitakan kekerasan yang terjadi di Palestina. Kebanyakan tanggapan dan pertanyaan peserta menyangkut bagaimana supaya kelompok-kelompok Islam tertentu di Indonesia tidak menganggap orang Kristen semuanya pro-Yahudi. Diskusi sempat menyinggung makin banyaknya orang Kristen pergi ke Palestina melalui bisnis Holy Land tour. Tokoh Kristen Palestina mengatakan orang-orang Kristen dalam tour seperti itu datang melihat batu-batu mati bangunan suci dan situs-situs sejarah; mereka melupakan "batu-batu hidup" yakni sesama orang Kristen di Palestina yang hidup dalam penindasan ... Diskusi juga mengedepankan kenyataan kelam perdamaian di Palestina. Dalam hal itu iman Kristen berbicara mengenai pengharapan, bahwa pada waktunya Tuhan Allah akan menyatakan anugerahNya, yang terpokok kita semua umatNya tetap berupaya menyatakan kasih dan keadilanNya. [Zakaria Ngelow]
25 Juni 2010
Memahami Konflik Israel-Palestina
Kerangka Acuan Seminar
Memahami Konflik Israel-Palestina
Kerjasama Yayasan OASE INTIM, YPRM, Jemaat-jemaat Kristen di Makassar
1. Latar Belakang dan Tujuan: Konflik Timur Tengah , khususnya antara Israel dan Palestina, telah berlangsung lama dan menyita banyak perhatian dunia, dan sering menjadi agenda pembahasan sidang-sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga-lembaga internasional lainnya. Belakangan konflik kedua bangsa ini kembali menyita perhatian dunia ketika satuan tentara Israel menghadang kapal yang membawa rombongan para relawan dan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang sudah beberapa tahun diblokade Israel. Sejumlah relawan di kapal itu terbunuh dan beberapa lainnya terluka, termasuk relawan dari Indonesia.
Umumnya kalangan pimpinan lembaga-lembaga gereja menyikapi konflik Israel-Palestina dengan mengecam pendudukan Israel. Tetapi kalangan warga terbagi dalam dua kubu: mereka yang membela Palestina, dan yang pro Israel. Yang membela Palestina nampaknya memahami latar belakang sejarah konflik itu, sedangkan yang pro Israel umumnya karena menganggap negara Israel moderen sebagai kelanjutan umat perjanjian Allah dalam Alkitab. Di dalam pandangan dan sikap yang berbeda itu terdapat kekurangan informasi sejarah, dan informasi percaturan politik internasional dalam konflik itu; adanya pandangan-pandangan tertentu teologi Kristen (khususnya mengenai masa depan Israel sebagai umat perjanjian Allah), dan keterkaitan agama dan dunia Islam dalam konflik itu.
Cara pandang dan pemihakan adalah hak setiap orang, namun perlu informasi yang memadai bagi umat Kristen untuk memahami dengan baik konflik kedua bangsa di Holy Land itu. Sebab itu Yayasan Oase Intim bekerjasama dengan YPRM dan sejumlah pimpinan gereja-gereja di Makassar bersepakat menyelenggarakan suatu seminar untuk menjelaskan konflik Israel-Palestina, baik dari segi sejarahnya, kaitan-kaitan politiknya, teologi Kristen mengenai “Israel umat Allah”, maupun kaitan agama/dunia Islam dalam konflik itu.
Diharapkan melalui seminar ini peserta akan memperoleh informasi yang lebih utuh sehingga mereka dapat mengembangkan sikap dengan tepat sesuai nurani masing-masing.
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan: Seminar direncanakan berlangsung di Makassar.
Tempat: Aula Hotel Valentino Lt.6, Jl. Dr. Sutomo No.35. Waktu: 3 Juli 2010 Jam: 08.30 – 16.00
3. Peserta: Peserta adalah para pejabat gereja (penatua, diaken/syamas, pendeta) dan pimpinan organisasi gereja/Kristen di Makassar. Diharapkan jumlah perserta antara 70 – 100 orang.
4. Pelaksana: Seminar diselenggarakan oleh suatu panitia dari unsur-unsur mitra Oase sbb:
Penanggungjawab: Yayasan Oase Intim
Ketua: Pdt. Armin Sukri, M.Th
Wakil Ketua: Pdt. M. Manggeng, M.Th
Sekretaris: Christin Hutubessy, S.Th
Bendahara: Ny. F. Pelupessy-Tatontos
Anggota-anggota: Pdt. Yusuf Arta, M.Th, Pdt. Markus Lolo, M.Th, Pdt. Luciana Sulle-Laoh, M.Th, Pdt. Marlene Joseph, S.Th
5. Materi Seminar:
1 Sejarah Konflik Israel-Palestina
2 Teologi Kristen mengenai orang Yahudi (Christian Zionism)
3 Pandangan Islam Indonesia mengenai Konflik Israel-Palestina
4 Dimensi Politik Internasional Konflik Israel-Palestina
Materi 3 dan 4 oleh H. Hasibullah Satrawi (Pengamat Timur Tengah dari Moderat Muslim Society, Jakarta)
6. Pembiayaan
Pembiayaan meliputi biaya sekretariat, sewa gedung pertemuan (termasuk konsumsi), transport/penginapan/honorarium nara sumber. Biaya total sekitar 15-20 juta rupiah. Sumber biaya: PM Setiap peserta diwajibkan memberi kontribusi minimal Rp. 20.000.-
Makassar, 21 Juni 2010
Memahami Konflik Israel-Palestina
Kerjasama Yayasan OASE INTIM, YPRM, Jemaat-jemaat Kristen di Makassar
1. Latar Belakang dan Tujuan: Konflik Timur Tengah , khususnya antara Israel dan Palestina, telah berlangsung lama dan menyita banyak perhatian dunia, dan sering menjadi agenda pembahasan sidang-sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga-lembaga internasional lainnya. Belakangan konflik kedua bangsa ini kembali menyita perhatian dunia ketika satuan tentara Israel menghadang kapal yang membawa rombongan para relawan dan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang sudah beberapa tahun diblokade Israel. Sejumlah relawan di kapal itu terbunuh dan beberapa lainnya terluka, termasuk relawan dari Indonesia.
Umumnya kalangan pimpinan lembaga-lembaga gereja menyikapi konflik Israel-Palestina dengan mengecam pendudukan Israel. Tetapi kalangan warga terbagi dalam dua kubu: mereka yang membela Palestina, dan yang pro Israel. Yang membela Palestina nampaknya memahami latar belakang sejarah konflik itu, sedangkan yang pro Israel umumnya karena menganggap negara Israel moderen sebagai kelanjutan umat perjanjian Allah dalam Alkitab. Di dalam pandangan dan sikap yang berbeda itu terdapat kekurangan informasi sejarah, dan informasi percaturan politik internasional dalam konflik itu; adanya pandangan-pandangan tertentu teologi Kristen (khususnya mengenai masa depan Israel sebagai umat perjanjian Allah), dan keterkaitan agama dan dunia Islam dalam konflik itu.
Cara pandang dan pemihakan adalah hak setiap orang, namun perlu informasi yang memadai bagi umat Kristen untuk memahami dengan baik konflik kedua bangsa di Holy Land itu. Sebab itu Yayasan Oase Intim bekerjasama dengan YPRM dan sejumlah pimpinan gereja-gereja di Makassar bersepakat menyelenggarakan suatu seminar untuk menjelaskan konflik Israel-Palestina, baik dari segi sejarahnya, kaitan-kaitan politiknya, teologi Kristen mengenai “Israel umat Allah”, maupun kaitan agama/dunia Islam dalam konflik itu.
Diharapkan melalui seminar ini peserta akan memperoleh informasi yang lebih utuh sehingga mereka dapat mengembangkan sikap dengan tepat sesuai nurani masing-masing.
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan: Seminar direncanakan berlangsung di Makassar.
Tempat: Aula Hotel Valentino Lt.6, Jl. Dr. Sutomo No.35. Waktu: 3 Juli 2010 Jam: 08.30 – 16.00
3. Peserta: Peserta adalah para pejabat gereja (penatua, diaken/syamas, pendeta) dan pimpinan organisasi gereja/Kristen di Makassar. Diharapkan jumlah perserta antara 70 – 100 orang.
4. Pelaksana: Seminar diselenggarakan oleh suatu panitia dari unsur-unsur mitra Oase sbb:
Penanggungjawab: Yayasan Oase Intim
Ketua: Pdt. Armin Sukri, M.Th
Wakil Ketua: Pdt. M. Manggeng, M.Th
Sekretaris: Christin Hutubessy, S.Th
Bendahara: Ny. F. Pelupessy-Tatontos
Anggota-anggota: Pdt. Yusuf Arta, M.Th, Pdt. Markus Lolo, M.Th, Pdt. Luciana Sulle-Laoh, M.Th, Pdt. Marlene Joseph, S.Th
5. Materi Seminar:
1 Sejarah Konflik Israel-Palestina
2 Teologi Kristen mengenai orang Yahudi (Christian Zionism)
3 Pandangan Islam Indonesia mengenai Konflik Israel-Palestina
4 Dimensi Politik Internasional Konflik Israel-Palestina
Materi 3 dan 4 oleh H. Hasibullah Satrawi (Pengamat Timur Tengah dari Moderat Muslim Society, Jakarta)
6. Pembiayaan
Pembiayaan meliputi biaya sekretariat, sewa gedung pertemuan (termasuk konsumsi), transport/penginapan/honorarium nara sumber. Biaya total sekitar 15-20 juta rupiah. Sumber biaya: PM Setiap peserta diwajibkan memberi kontribusi minimal Rp. 20.000.-
Makassar, 21 Juni 2010
Langganan:
Postingan (Atom)